Agriculture Education Schooling (AES)



Agriculture Education Schooling (AES)
Sinergi BEM FP UTM dan SMK Al Baisuny: “Vokasi Digital, Tani Milenial”
Kegiatan Agriculture Education Schooling (AES) di SMK Al Baisuny dirancang untuk mengawinkan keahlian teknologi siswa SMK (khususnya jurusan Teknik Komputer dan Jaringan / TKJ) dengan inovasi pertanian modern (Smart Farming).
Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pandangan baru bagi siswa-siswi SMK Al Baisuny di Kecamatan Kokop bahwa pertanian di era digital adalah sektor yang sangat menjanjikan, modern, dan membutuhkan keterlibatan tenaga ahli teknologi.
🌟 Rangkaian Kegiatan Utama di SMK Al Baisuny
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Workshop Semi-Diklat interaktif selama 1 hari yang melibatkan pengurus OSIS, PK IPNU IPPNU, serta siswa umum SMK Al Baisuny:
1. Kelas Inovasi: Smart Farming dalam Pertanian
Bentuk Kegiatan: Edukasi dan diskusi interaktif.
Materi: Mahasiswa BEM FP UTM memaparkan bagaimana dunia digital dan komputer (keahlian anak TKJ SMK Alby) digunakan dalam pertanian modern. Mulai dari sistem penyiraman otomatis berbasis sensor, pemantauan kelembapan tanah lewat smartphone, hingga penggunaan drone untuk pemetaan lahan.
Tujuan: Membuka wawasan siswa bahwa lulusan TKJ sangat dibutuhkan untuk membangun infrastruktur pertanian digital (Agroteknologi).
2. Praktik Lapangan: Urban Farming
Bentuk Kegiatan: Pembuatan instalasi pertanian mini di lingkungan SMK Al Baisuny.
Materi: Praktik langsung merakit instalasi hidroponik portabel memanfaatkan lahan sekolah yang ada. Siswa diajarkan teknik penyemaian benih, manajemen nutrisi air, hingga perawatan harian.
Output: SMK Al Baisuny memiliki “Green Corner” atau Pojok Hidroponik mandiri yang dirawat oleh siswa/OSIS sebagai sarana belajar berkelanjutan.
3. Workshop Eco-Product: Pemanfaatan Limbah Menjadi Pupuk Organik
Bentuk Kegiatan: Praktik pembuatan pupuk (Hands-on Workshop).
Materi: Melatih siswa mengolah sampah organik di sekitar pasar/sekolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos menggunakan mikroorganisme lokal.
Tujuan: Mengajarkan konsep zero waste (ramah lingkungan) serta menekan biaya produksi pertanian bagi masyarakat pedesaan.
4. Pelatihan Agropreneur: Digital Marketing Hasil Tani Khas Kokop
Bentuk Kegiatan: Pelatihan branding dan pemasaran digital.
Materi: Memanfaatkan laboratorium komputer dan akun Google Workspace for Education SMK Al Baisuny, mahasiswa UTM melatih siswa cara mengemas (packaging) komoditas lokal dan memasarkannya melalui media sosial serta e-commerce.
🤝 Peran Strategis Organisasi Siswa SMK Al Baisuny
Dalam pelaksanaan di lapangan, BEM FP UTM bekerja sama erat dengan organisasi internal sekolah sebagai mitra pelaksana local (local committee):
OSIS SMK Al Baisuny: Bertindak sebagai panitia pelaksana teknis (penyedia tempat, dokumentasi, koordinasi peserta siswa, dan manajemen acara).
PK IPNU IPPNU SMK Al Baisuny: Membantu pendekatan sosiologis ke keagamaan (misal: menyelipkan nilai-nilai Fikih Lingkungan/Fikih Agraria saat pembukaan) serta mengoordinasikan kader untuk kelanjutan perawatan instalasi tani pasca-kegiatan selesai.
💡 Dampak Positif bagi Siswa SMK Al Baisuny
Peningkatan Soft Skills: Siswa belajar berkolaborasi langsung dengan dunia kampus (mahasiswa universitas negeri).
Diferensiasi Keahlian: Anak TKJ SMK Alby tidak hanya tahu cara memperbaiki jaringan internet sekolah, tetapi juga tahu cara mengaplikasikannya untuk efisiensi dunia pertanian (nilai tambah yang jarang dimiliki siswa sekolah lain).
Solusi Problem Sosial: Menjadi alternatif kegiatan produktif bagi remaja Kokop agar terhindar dari pernikahan dini dan putus sekolah, dengan membuka peluang bisnis tani modern (Agropreneur) di daerah asal tanpa harus merantau.
